Tingohu.id – (Tajuk) Kasus dugaan korupsi perjalanan dinas DPRD Boalemo jangan sampai sengaja dipersempit hanya pada pemeriksaan mantan anggota legislatif. Sebab publik tahu, perkara ini bukan sekadar soal siapa yang ikut perjalanan, tetapi siapa yang mengatur, mengetahui, menyetujui, dan membiarkan semuanya berjalan.
Pemeriksaan terhadap para mantan aleg memang penting. Nama-nama seperti Sandi M Taliki, Supartini Abdullah Kembuan, Ibrahim Pakaya, Fatkurrohman, Jimadin Hasan, Resvin Pakaya, Aswan Djamaluddin, hingga Rochmad Dai sudah dimintai keterangan. Pekan depan, Wahyudin Moridu, Riko H Djaini, dan Mahmud Nurdin Daud juga disebut akan diperiksa.
Tetapi publik tidak boleh diarahkan seolah-olah seluruh beban perkara berhenti di level anggota biasa. Justru pertanyaan paling besar ada pada struktur kekuasaan DPRD saat itu.
Siapa pimpinan DPRD ketika dugaan perdis bermasalah ini terjadi? Siapa yang menandatangani? Siapa yang mengendalikan agenda perjalanan? Siapa yang memiliki otoritas terhadap administrasi dan pencairan? Dan yang paling penting, apakah mungkin semua ini berjalan tanpa diketahui unsur pimpinan?
Inilah titik yang mulai membuat publik curiga. Jangan sampai pemeriksaan mantan aleg hanya menjadi pagar asap untuk menjauhkan sorotan dari lingkar inti pengambil keputusan.
Karena dalam praktik kekuasaan, anggota biasa sering hanya menjadi peserta sistem. Tetapi arah sistem biasanya ditentukan oleh mereka yang duduk di kursi pimpinan.
Publik Boalemo tentu tidak ingin kasus ini berakhir pada skenario lama, anggota diperiksa ramai-ramai, lalu aktor yang memiliki kendali justru hilang dari radar. Jika itu terjadi, maka hukum hanya akan terlihat berani ke bawah, tetapi melemah ketika mendekati pusat kekuasaan politik.
Kejari Boalemo sekarang sedang diuji bukan pada banyaknya pemanggilan, tetapi pada keberanian menembus lapisan paling atas dari perkara ini.
Sebab rakyat sudah terlalu sering melihat kasus korupsi berhenti di kaki-kaki pemain lapangan, sementara ruang komando tetap steril dari sentuhan hukum.
Kalau memang penyidik yakin perkara ini serius, maka jangan berhenti pada daftar hadir perjalanan dinas.
Telusuri rantai perintahnya. Buka struktur tanggung jawabnya. Dan sentuh siapa pun yang memang harus dimintai pertanggungjawaban, meski itu berarti mengetuk pintu ruang pimpinan.
Terimakasih.






