Bank Arto Moro menargetkan peningkatan penyaluran kredit hingga Rp60 miliar per bulan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Langkah strategis ini dirancang untuk merespons lonjakan kebutuhan modal yang biasanya dialami pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama periode Ramadan dan Lebaran.
Peningkatan target penyaluran kredit ini merupakan bagian dari strategi jangka pendek bank untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya di Kota Semarang dan Jawa Tengah. Seiring dengan tradisi peningkatan aktivitas UMKM di masa-masa tersebut, kebutuhan akan modal kerja menjadi krusial, terutama bagi sektor makanan, minuman, fesyen, dan perdagangan umum.
Peningkatan Target Penyaluran Kredit UMKM
Direktur Utama Bank Arto Moro, Darmawan SSos MM, menjelaskan bahwa biasanya bank ini menyalurkan kredit sekitar Rp50 miliar per bulan. Namun, untuk menyambut Idul Fitri tahun ini, angka tersebut dinaikkan menjadi kisaran Rp60 miliar.
Darmawan menyatakan, “Biasanya dalam rencana bisnis, penyaluran kredit kami sekitar Rp50 miliar per bulan. Namun khusus menjelang Idulfitri tahun ini, kami naikkan menjadi sekitar Rp60 miliar karena kebutuhan modal UMKM meningkat signifikan.”
Situasi ini mendorong Bank Arto Moro untuk proaktif menyediakan dukungan finansial yang lebih besar. Kebutuhan tambahan modal kerja bagi UMKM sangat dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat tajam.
Strategi Penghimpunan Dana Pihak Ketiga
Selain fokus pada penyaluran kredit, Bank Arto Moro juga menargetkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp30 hingga Rp50 miliar selama Maret 2026. Untuk mencapai target ini, manajemen bank meluncurkan program simpanan berhadiah THR sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah.
Program ini menawarkan hadiah berupa voucher belanja dan voucher Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini tidak hanya menjadi daya tarik bagi nasabah, tetapi juga bertujuan untuk mendorong budaya menabung di kalangan masyarakat.
Manajemen bank meyakini program ini akan efektif dalam meningkatkan DPK sekaligus mempererat hubungan dengan nasabah.
Optimisme Pertumbuhan Aset dan Kredit di 2026
Secara keseluruhan, Bank Arto Moro menargetkan pertumbuhan aset dan kredit masing-masing sebesar 20 persen di tahun 2026. Sementara itu, pertumbuhan DPK diproyeksikan mencapai 27 persen.
Optimisme ini didasari oleh tren pertumbuhan kredit yang positif sejak awal tahun. Bank mencatat adanya peningkatan yang cukup baik pada bulan Januari dan Februari, bahkan ada yang mencapai Rp30 miliar.
Manajemen bank bertekad untuk terus menjaga tren positif ini hingga akhir tahun.
Darmawan menambahkan, “Januari dan Februari sudah ada peningkatan cukup baik, bahkan ada yang mencapai Rp30 miliar. Ini menjadi tren positif yang akan terus kami jaga hingga akhir tahun.”
Kondisi Likuiditas Bank yang Aman
Dari sisi likuiditas, Darmawan memastikan bahwa kondisi Bank Arto Moro tetap aman. Rasio kas bank secara konsisten berada di atas 20 persen setiap bulannya.
Selain mengandalkan dana masyarakat, bank ini juga didukung oleh pendanaan dari perbankan lain melalui kerja sama linkage program.
Bank Arto Moro menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan UMKM. Dukungan ini diwujudkan melalui proses kredit yang sederhana, cepat, dan suku bunga yang kompetitif.
“Kami ingin hadir sebagai mitra UMKM. Harapannya, pertumbuhan usaha masyarakat meningkat dan berdampak positif bagi perekonomian Kota Semarang dan Jawa Tengah,” pungkasnya.


