Agus Dulialo (Kadisparpora Boalemo) bersama Malik Hako (Ketua IGORNAS Boalemo) mendampingi para juara Hot Sprint tingkat SD dalam rangka Harlah Boalemo ke-27 di lintasan SR 71. (Foto: Ilustrasi Tingohu.id)
BOALEMO, TINGOHU.ID – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Boalemo bersama Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Boalemo terus mendorong pembinaan olahraga atletik sejak usia dini. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Kejuaraan Atletik Tingkat Pelajar SD dan SMP bertajuk Hot Sprint Lari 60 dan 80 Meter, dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Kabupaten Boalemo ke-27.
Kompetisi ini tidak sekadar menjadi arena adu kecepatan bagi para pelajar, tetapi juga menjadi ruang pengenalan olahraga atletik, pembinaan kemampuan dasar, sekaligus penjaringan potensi atlet muda yang diharapkan mampu berkembang dan berprestasi di masa mendatang.
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari ini memanfaatkan fasilitas lintasan lari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SR) 71 Kabupaten Boalemo. Pelaksanaannya melibatkan peserta dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Boalemo.
Pada pelaksanaan hari pertama, Selasa (3/11/2026), perlombaan diikuti para pelajar tingkat SD. Sejumlah peserta berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dan keluar sebagai juara pada kategori putra maupun putri.
Pada kategori putra, Juara 1 diraih Rasya Eka Putra dari SDN 4 Tilamuta, disusul Rahmat dari sekolah yang sama sebagai Juara 2. Sementara Juara 3 diraih Moh. Fabrizio Gafar dari SDN 13 Wonosari.
Adapun kategori putri, Juara 1 diraih Rania dari SDN 6 Tilamuta. Posisi Juara 2 ditempati Alfiya Wulungo dari SDN 16 Dulupi, sedangkan Juara 3 diraih Aprianti Ali dari SDN 5 Wonosari.
Persaingan antarpeserta berlangsung menarik. Selain menguji kecepatan, perlombaan ini juga memberikan pengalaman kompetisi kepada para pelajar untuk mengenali kemampuan diri, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat sportivitas.
Menariknya, kondisi lintasan SR 71 yang memiliki struktur permukaan beton atau semen menghadirkan tantangan tersendiri. Dalam pelaksanaannya, sejumlah peserta terlihat memilih berlari tanpa alas kaki karena merasa lebih nyaman dan mendapatkan cengkeraman lebih kuat pada permukaan lintasan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri, mengingat karakter permukaan lintasan berbeda dengan trek atletik berstandar khusus. Karena itu, aspek keselamatan dan kenyamanan peserta tetap perlu menjadi perhatian dalam penyelenggaraan kompetisi.
Sebagai bagian dari kesiapan pelaksanaan kegiatan, panitia turut menyiapkan tim kesehatan serta satu unit ambulans dari Puskesmas Wonosari. Dukungan tersebut disediakan untuk mengantisipasi kondisi darurat sekaligus memastikan kesehatan peserta selama perlombaan berlangsung.
Sementara itu, perlombaan untuk tingkat SMP dijadwalkan berlangsung pada hari berikutnya. Dengan demikian, kesempatan bagi para pelajar SMP se-Kabupaten Boalemo untuk menunjukkan kemampuan dan bersaing memperebutkan posisi terbaik masih terbuka.
Melalui kegiatan ini, Disparpora dan PASI Kabupaten Boalemo serta IGORNAS Boalmeo berharap olahraga atletik semakin dikenal dan diminati kalangan pelajar. Lebih dari sekadar memeriahkan Harlah Boalemo ke-27, Hot Sprint diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun pembinaan atlet yang terarah dan berkelanjutan.
Sebab, menemukan atlet berprestasi tidak selalu harus dimulai dari kompetisi besar. Pembinaan bisa dimulai dari lintasan sederhana, melalui keberanian anak-anak untuk mencoba, berkompetisi, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.(*)
Advetorial






Response (1)