SMPN 1 Tilamuta Perkuat Gerakan Anti Narkoba Lewat Inovasi ISTANA

oleh -50 Dilihat

SMPN 1 Tilamuta memperkuat gerakan anti narkoba melalui inovasi ISTANA, integrasi kurikulum, dan pemilihan Duta Anti Narkoba 2026. (Foto: SMPN1Til/tingohu)


TILAMUTA, TINGOHU.ID — Upaya memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan terus dilakukan SMP Negeri 1 Tilamuta. Sebagai salah satu sekolah piloting Implementasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN), sekolah ini menghadirkan inovasi ISTANA (Implementasi Satuan Tugas Anti Narkoba), mengintegrasikan materi anti narkoba ke dalam pembelajaran, serta melibatkan murid sebagai pelopor edukasi bagi teman sebaya.

Inovasi ISTANA yang digagas Andriyanto R. Bakari, M.Pd., diperkenalkan pada Senin, 26 Oktober 2026. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan implementasi Kurikulum Anti Narkoba agar edukasi pencegahan tidak hanya berhenti pada penyampaian materi di ruang kelas, tetapi diwujudkan melalui kegiatan nyata di lingkungan sekolah.

Andriyanto sebelumnya dikenal sebagai inovator dalam ajang Innovation Government Award (IGA) 2026 dan meraih Juara 1 Apresiasi GTK Guru Transformatif Tingkat Provinsi Gorontalo 2026. Melalui ISTANA, ia memperluas kontribusinya pada upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, sehat, berkarakter, serta melindungi masa depan generasi muda.

ISTANA dirancang sebagai wadah kolaborasi dan pembelajaran yang mendorong murid terlibat aktif dalam gerakan pencegahan narkoba. Murid tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga didorong menjadi pelopor edukasi, penggerak kegiatan positif, dan agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Pendekatan tersebut diperkuat dengan integrasi nilai dan materi Kurikulum Anti Narkoba ke dalam modul ajar. Dengan demikian, edukasi bahaya narkoba menjadi bagian dari proses pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari murid.

Dua Murid Terpilih sebagai Duta Anti Narkoba

Salah satu agenda penting dalam implementasi IKAN di SMP Negeri 1 Tilamuta adalah Pemilihan Duta Anti Narkoba Periode 2026. Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak sekolah, dua murid terpilih sebagai Duta Anti Narkoba, yakni Zulhaidar M. Agunta dan Nazwa Uswatun Hasana.

Keduanya diharapkan dapat mengambil peran dalam menyebarluaskan edukasi pencegahan narkoba kepada teman sebaya serta mendorong tumbuhnya kebiasaan dan kegiatan positif di lingkungan sekolah.

Para duta juga diharapkan menjadi teladan dalam membangun kepedulian, keberanian mengambil keputusan yang tepat, dan kemampuan menolak ajakan yang berisiko.

Pihak sekolah merencanakan pengukuhan Duta Anti Narkoba oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Boalemo pada pekan berikutnya, bersamaan dengan peresmian inovasi ISTANA.

Bazar Jadi Ruang Kreativitas dan Kewirausahaan

Selain penguatan pembelajaran dan pemilihan duta, SMP Negeri 1 Tilamuta menyiapkan Bazar Implementasi Kurikulum Anti Narkoba. Kegiatan ini dirancang untuk menghubungkan pesan pencegahan narkoba dengan kreativitas, kerja sama, dan pengembangan jiwa kewirausahaan murid.

Melalui bazar, murid memperoleh ruang untuk mengembangkan ide, bekerja sama, mempromosikan produk, serta memanfaatkan waktu dan potensi diri melalui aktivitas yang produktif.

Pendekatan ini menempatkan gerakan anti narkoba bukan semata-mata sebagai kampanye larangan, melainkan juga sebagai upaya menciptakan lingkungan yang memberi ruang bagi murid untuk berkarya, berprestasi, dan mengembangkan diri.

Kepala Sekolah Tekankan Pembentukan Karakter

Kepala SMP Negeri 1 Tilamuta, Hartono Abd Kader, S.Pd., berharap inovasi ISTANA dan seluruh rangkaian implementasi Kurikulum Anti Narkoba tidak hanya menjadi program formal atau kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi murid.

“Harapan kami, ISTANA ini tidak hanya menjadi sebuah program, tetapi menjadi wadah pembelajaran, pembentukan karakter, pengembangan kepemimpinan, dan penumbuhan kepedulian sosial murid. Kami ingin murid memiliki pemahaman yang benar tentang bahaya narkoba, mampu mengambil keputusan yang tepat, berani menolak ajakan yang berisiko, serta berperan aktif mengajak teman-temannya melakukan kegiatan positif. Dengan demikian, gerakan anti narkoba benar-benar tumbuh dari kesadaran seluruh warga sekolah,” ungkap Hartono.

Menurutnya, sekolah perlu membekali murid dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk menghadapi berbagai tantangan lingkungan, termasuk ancaman penyalahgunaan narkoba.

Dukungan pihak sekolah menjadi bagian penting agar ISTANA tidak hanya bertumpu pada gagasan seorang inovator, tetapi berkembang menjadi komitmen bersama seluruh warga sekolah.

Melalui integrasi kurikulum dalam pembelajaran, inovasi ISTANA, pemilihan Duta Anti Narkoba, serta kegiatan bazar, SMP Negeri 1 Tilamuta berupaya membangun gerakan pencegahan yang terpadu dan berkelanjutan.

Implementasi Kurikulum Anti Narkoba diharapkan tidak sekadar meningkatkan pengetahuan murid tentang bahaya narkoba, tetapi juga menumbuhkan karakter, ketahanan diri, kepemimpinan, dan keberanian untuk menolak penyalahgunaan narkoba.

SMP Negeri 1 Tilamuta — Bergerak Bersama, Wujudkan Generasi Tanpa Narkoba.(*)

 

Advetorial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.