Ketua Komisi III DPRD Boalemo, Muhammad Amin, S.Pd., yang mendorong penelusuran kendala pelayanan fasilitas kesehatan, mulai dari persoalan teknis hingga kebijakan. (Foto: Ilustrasi tingohu.id)
BOALEMO, TINGOHU.ID – Keluhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Boalemo kembali mendapat perhatian DPRD. Komisi III DPRD Boalemo menyatakan akan segera mengagendakan pembahasan untuk mendengarkan kondisi riil fasilitas pelayanan kesehatan (faskes), sekaligus menelusuri berbagai kendala yang memengaruhi kualitas pelayanan.
Ketua Komisi III DPRD Boalemo, Muhammad Amin, S.Pd., berharap persoalan yang kembali mencuat, termasuk keluhan pelayanan di Puskesmas Bongo 2, menjadi catatan buruk terakhir dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di daerah tersebut.
Menurut Amin, persoalan pelayanan kesehatan sebenarnya telah mendapat peringatan dari Bupati Boalemo, Drs. H. Rum Pagau, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Rum Pagau Berang! Sudah Ditegur, Keluhan Pelayanan Kesehatan Kembali Muncul di Boalemo
Karena itu, ia menilai Dinas Kesehatan perlu segera mengambil alih komando untuk melakukan pembenahan manajemen pelayanan kesehatan agar persoalan serupa tidak terus berulang.
“Berharap ini menjadi catatan buruk yg terakhir dalam hal pelayanan kesehatan di Boalemo,” demikian pernyataan Muhammad Amin kepada Tingohu.id.
Amin juga menegaskan bahwa Komisi III DPRD Boalemo akan segera mengagendakan pertemuan untuk mendengarkan secara langsung kondisi riil di fasilitas kesehatan.
Langkah tersebut tidak hanya untuk mengetahui persoalan pelayanan dari sisi teknis, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya kendala nonteknis maupun persoalan kebijakan yang berdampak terhadap penyelenggaraan layanan kesehatan.
” Kami juga akan mengagendakan sesegeranya untuk mendengarkan kondisi riil dari faskes sekaligus menelusuri jika ada kendala dari sisi nonteknis dan kebijakan, maka kita akan dorong secara kelembagaan untuk hadirnya pelayanan yang berkualitas,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Komisi III tidak ingin persoalan pelayanan kesehatan hanya berhenti pada keluhan masyarakat dan teguran pemerintah daerah. DPRD berencana menelusuri persoalan yang terjadi di lapangan serta mendorong penyelesaian melalui fungsi kelembagaan.
Pembenahan Tidak Cukup dengan Teguran
Munculnya kembali keluhan masyarakat setelah adanya peringatan Bupati menjadi perhatian tersendiri. Sebab, pembenahan pelayanan kesehatan membutuhkan lebih dari sekadar instruksi atau teguran kepada fasilitas kesehatan.
Diperlukan evaluasi terhadap manajemen pelayanan, kedisiplinan tenaga kesehatan, ketersediaan sarana dan prasarana, serta mekanisme penanganan pasien sesuai standar medis.
Di sisi lain, penelusuran terhadap kemungkinan kendala nonteknis dan kebijakan juga penting agar persoalan pelayanan tidak semata-mata dibebankan kepada petugas di tingkat Puskesmas.
Sebelumnya, Kepala Puskesmas Bongo 2 telah menyampaikan kepada Tingohu.id bahwa pihaknya sedang menyusun kronologi kejadian berdasarkan versi Puskesmas.
Dengan adanya rencana evaluasi dari Komisi III DPRD Boalemo dan perhatian Bupati, masyarakat kini menunggu langkah konkret pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan kesehatan berjalan sebagaimana mestinya.
Sebab, bagi masyarakat yang datang mencari pertolongan, kualitas pelayanan bukan sekadar urusan administrasi pemerintahan, melainkan menyangkut kebutuhan dan keselamatan pasien.(*)





