Kekeringan Boalemo: 8.540 Hektare Lahan Pertanian Terdampak, 502 Hektare Puso

oleh -201 Dilihat

Data Dinas Pertanian mencatat 8.540,8 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan, dengan 502 hektare di antaranya telah dinyatakan puso.


BOALEMO, TINGOHU.ID — Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Boalemo mulai memberikan dampak serius terhadap sektor pertanian. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Boalemo mencatat 8.540,8 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan, sementara 502 hektare telah dinyatakan puso.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Boalemo, Andi Faisal Hurudji, S.Pi, menyampaikan bahwa lahan terdampak tersebar di sejumlah kecamatan dengan komoditas yang paling dominan terdampak adalah jagung. Data dinas mencatat 4.599 petani jagung dalam rincian lahan terdampak.

Baca juga

Kekeringan Boalemo Meluas, 8.676 Warga Terdampak di 11 Desa

Lahan yang dinyatakan puso tersebar di tujuh kecamatan. Rinciannya, Mananggu 67 hektare, Botumoito 14 hektare, Tilamuta 39 hektare, Dulupi 27 hektare, Paguyaman 174 hektare, Wonosari 105 hektare, dan Paguyaman Pantai 76 hektare. Totalnya mencapai 502 hektare.

Produktivitas Jagung Menurun

Dampak kekeringan juga terlihat pada produktivitas jagung. Dinas Pertanian menyebut produktivitas jagung yang biasanya berada pada rata-rata 4,8 ton per hektare, kini menurun ke kisaran 3,5 hingga 3,9 ton per hektare.

Penurunan tersebut terjadi pada musim tanam April–September. Selain produktivitas yang menurun, luas tanam pada periode tersebut juga berkurang. Kondisi ini membuat sebagian jadwal tanam diperkirakan bergeser ke November–Desember dan berpotensi menekan produksi jagung.

Berbeda dengan jagung, produksi padi disebut belum mengalami penurunan signifikan. Dinas Pertanian menyatakan kondisi debit air di Bendungan DI Paguyaman masih aman.

Bantuan Benih dan Ancaman pada Kakao

Dalam penanganan dampak kekeringan, Dinas Pertanian menyebut bantuan benih jagung telah disalurkan untuk 12.500 hektare, namun lahan tersebut belum ditanami.

Selain itu, terdapat usulan bantuan benih jagung kepada Kementerian Pertanian untuk 15.253 hektare.

Kekeringan juga berdampak pada tanaman kakao, terutama tanaman yang baru ditanam pada tahun sebelumnya. Dinas Pertanian menyebut tidak tersedianya sumber air untuk penyiraman menyebabkan sekitar sepertiga tanaman kakao mulai mengering.

Di sisi lain, Dinas Pertanian menyebut petani tidak mendaftarkan lahan mereka dalam program Asuransi Pertanian pada musim tanam kali ini.

Dengan luas lahan terdampak mencapai 8.540,8 hektare dan 502 hektare telah dinyatakan puso, kekeringan kini tidak hanya menjadi persoalan ketersediaan air bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi memengaruhi produktivitas dan produksi pertanian Boalemo. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.