Kepala BKPSDM Boalemo Rahmat Biya terkait rencana mutasi 25 pejabat pekan depan. (Foto: Ilustrasi Tingohu.id)
BOALEMO, TINGOHU.ID – Perombakan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo diperkirakan kembali bergulir dalam waktu dekat. Sekitar 25 pejabat struktural eselon II, III, dan IV direncanakan akan mengikuti pengisian jabatan, rotasi, dan mutasi pada pekan depan.
Rencana tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Boalemo, Rahmat Biya, saat dikonfirmasi terkait informasi pergeseran pejabat di lingkungan pemerintah daerah.
Namun, pelaksanaan agenda tersebut masih menunggu persetujuan teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Pekan depan direncanakan, sambil menunggu Pertek BKN,” demikian keterangan Kepala BKPSDM Boalemo terkait rencana mutasi tersebut.
Menurutnya, pengisian jabatan, rotasi, dan mutasi kali ini antara lain dipicu adanya sejumlah pejabat yang telah memasuki usia pensiun serta pejabat yang berhalangan tetap karena kondisi kesehatan maupun faktor usia.
Kondisi tersebut membuat sejumlah posisi perlu diisi agar roda organisasi pemerintahan tetap berjalan dan pelayanan publik tidak terganggu.
Sekitar 25 Pejabat, Jabatan Mana yang Berubah?
Rencana pergeseran sekitar 25 pejabat ini tentu menarik perhatian, terutama di kalangan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Boalemo.
Dengan cakupan eselon II, III, dan IV, publik kini menanti jabatan mana saja yang akan mengalami perubahan, siapa yang mendapat kepercayaan menempati posisi baru, dan siapa yang harus meninggalkan jabatan sebelumnya.
Meski demikian, hingga informasi ini diperoleh, belum ada daftar resmi nama pejabat yang dipastikan masuk dalam agenda mutasi tersebut. Karena itu, spekulasi mengenai nama-nama yang akan bergeser belum dapat dipastikan kebenarannya.
Menunggu Pertek BKN
Persetujuan teknis dari BKN menjadi salah satu tahapan yang masih ditunggu sebelum rencana tersebut direalisasikan.
Artinya, jadwal pekan depan masih bersifat rencana, bukan kepastian pelantikan. Waktu pelaksanaan tetap bergantung pada proses administrasi dan persetujuan yang diperlukan.
Publik pun menantikan bagaimana komposisi baru birokrasi Boalemo akan terbentuk. Apakah mutasi kali ini sebatas mengisi jabatan yang kosong akibat pensiun dan pejabat yang berhalangan tetap, atau sekaligus menjadi momentum penyegaran organisasi secara lebih luas?
Jawabannya baru akan terlihat ketika pemerintah daerah mengumumkan susunan pejabat yang resmi dilantik.(*)






Response (1)