Mahdalena Yunginger, M.Pd., Ketua Panitia FTBI Kecamatan Tilamuta, dalam persiapan Festival Tunas Bahasa Ibu 2026.
BOALEMO, TINGOHU.id — Kabupaten Boalemo kembali membidik prestasi tertinggi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Gorontalo. Setelah meraih juara umum pada 2024 dan 2025, Boalemo menargetkan gelar serupa untuk ketiga kalinya secara berturut-turut pada 2026.
Langkah menuju target tersebut dimulai dari seleksi berjenjang di tingkat sekolah dan kecamatan. Di Kecamatan Tilamuta, seleksi FTBI jenjang sekolah dasar (SD) dijadwalkan berlangsung pada 14–15 Oktober 2026, bertempat di SD Negeri 08 Tilamuta.
Ketua Panitia, Mahdalena Yunginger, M.Pd., menjelaskan bahwa FTBI bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bagian dari upaya melestarikan, merawat, dan merevitalisasi bahasa serta sastra Gorontalo agar tetap hidup di tengah generasi muda.
Kegiatan ini juga menjadi sarana mengapresiasi hasil pembelajaran muatan lokal sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya daerah sejak dini.
Pada seleksi tingkat Kecamatan Tilamuta tahun ini, terdapat empat kategori lomba, yakni pidato berbahasa Gorontalo, mendongeng dengan naskah yang memuat kearifan lokal Gorontalo, melantunkan Pa’iya lo Hungo lo Poli, serta menulis cerpen berbahasa Gorontalo.
Setiap kategori memiliki tema tersendiri yang diarahkan untuk mengembangkan keterampilan berbahasa, kemampuan sastra, dan pemahaman peserta terhadap budaya lokal.
Menurut Mahdalena, keberhasilan Boalemo meraih juara umum selama dua tahun berturut-turut tidak terlepas dari kolaborasi Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, kepala sekolah, guru pendamping, sastrawan, serta pegiat bahasa daerah.
Pembinaan yang dilakukan secara terstruktur dari tingkat sekolah hingga kabupaten, disertai antusiasme murid dalam mengasah kemampuan berbahasa ibu, turut menjadi faktor pendukung prestasi tersebut.
Seleksi tingkat kecamatan selanjutnya menjadi pintu menuju kompetisi tingkat kabupaten. Para peserta terbaik akan dipilih untuk memperkuat kontingen Boalemo pada FTBI tingkat Provinsi Gorontalo yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo.
Selain mempertahankan gelar juara umum, Boalemo juga menargetkan agar lebih banyak perwakilannya dapat melaju ke FTBI tingkat nasional.
Namun, upaya pelestarian Bahasa Gorontalo tidak berhenti pada kompetisi. Pemerintah dan sekolah juga didorong memperkuat pembelajaran bahasa daerah melalui kurikulum muatan lokal, pelatihan guru, penyediaan bahan bacaan, serta pembiasaan berbahasa Gorontalo di lingkungan sekolah.
Salah satu program yang didorong ialah Hari Berbahasa Gorontalo, yang pelaksanaannya disesuaikan dengan kesepakatan masing-masing sekolah.
Khusus di Kecamatan Tilamuta, panitia juga merencanakan pembentukan sanggar budaya. Rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari pembentukan Komunitas Pelestarian Budaya Daerah di Boalemo pada Juni 2026, yang melibatkan tenaga pendidik dan kependidikan (PTK) dalam kelompok penari dana-dana se-Kecamatan Tilamuta.
Komunitas tersebut diketuai Mahdalena Yunginger, M.Pd., dan direncanakan menjadi dasar pembentukan sanggar budaya di lingkungan K3S Padamala Kecamatan Tilamuta.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, FTBI diharapkan tidak hanya melahirkan peserta berprestasi, tetapi juga memperkuat kebiasaan menggunakan Bahasa Gorontalo dalam kehidupan sehari-hari. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahasa daerah tetap tumbuh di sekolah, keluarga, dan masyarakat, jauh setelah festival berakhir. (Advetorial)





