Rum Pagau Berang! Sudah Ditegur, Keluhan Pelayanan Kesehatan Kembali Muncul di Boalemo

oleh -136 Dilihat

Ilustrasi Bupati Boalemo, Rum Pagau, bersama Tim Komunikasi Pemda, Djafar Latif Kilo, saat inspeksi pelayanan di Puskesmas Bongo 2. (Foto: Ilustrasi Tingohu.id)


BOALEMO, TINGOHU.ID – Keluhan pasien terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Bongo 2, Kabupaten Boalemo, mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Boalemo.

Bupati Boalemo, Drs. H. Rum Pagau, bahkan disebut telah memberikan peringatan keras terkait persoalan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes) yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah.

Informasi tersebut disampaikan Tim Komunikasi Pimpinan Daerah (Pemda) Boalemo, Djafar Latif Kilo, saat dikonfirmasi Tingohu.id, Rabu (4/11/2026).

Djafar mengungkapkan, dalam apel awal bulan pada Senin lalu, Bupati Rum Pagau sempat menyampaikan teguran keras kepada jajaran terkait menyusul adanya keluhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di salah satu fasilitas kesehatan.

Menurutnya, Bupati menunjukkan ketidakpuasan terhadap masih munculnya keluhan masyarakat mengenai pelayanan kesehatan. Persoalan tersebut menjadi perhatian karena pelayanan kesehatan seharusnya menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.

Ironisnya, ketika persoalan pelayanan kesehatan sebelumnya telah mendapat perhatian dan teguran dari Bupati, kini keluhan serupa kembali mencuat, kali ini terkait pelayanan di Puskesmas Bongo 2.

Keluhan tersebut disampaikan seorang pasien bernama Stenli Eksan melalui media sosial Facebook.

Dalam unggahannya, Stenli menceritakan pengalamannya saat mendatangi Puskesmas Bongo 2 pada Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 08.00 WITA untuk mendapatkan penanganan medis. Ia mengaku meminta tindakan infus karena kondisi kesehatannya disebut telah menurun.

Namun, menurut pengakuannya, permintaan tersebut belum dapat dipenuhi dan ia diminta kembali keesokan harinya apabila kondisinya belum membaik.

Pada Rabu (4/11/2026), Stenli kembali mendatangi Puskesmas. Ia mengaku kecewa karena harus menunggu cukup lama, hingga akhirnya memutuskan meninggalkan fasilitas kesehatan tersebut.

Dalam unggahannya, Stenli menyampaikan kritik yang cukup tajam terhadap pelayanan yang dialaminya.

“Pesan pasien dan keluarga, kalau memang butuh uang bilang, jangan oper-oper begitu pasien,” tulis Stenli dalam unggahannya.

Bupati Akan Evaluasi Menyeluruh

Menanggapi kembali munculnya keluhan tersebut, Djafar menyampaikan bahwa Bupati Rum Pagau akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo.

Evaluasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian satu kasus atau teguran kepada fasilitas kesehatan tertentu. Pemerintah daerah perlu melihat secara utuh bagaimana standar pelayanan diterapkan, bagaimana tenaga kesehatan menjalankan tugas, serta bagaimana respons fasilitas kesehatan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Evaluasi juga menjadi penting untuk memastikan tidak ada persoalan dalam koordinasi, kedisiplinan, maupun mekanisme pelayanan yang berpotensi merugikan masyarakat.

Bupati, melalui perhatian serius terhadap persoalan ini, menghendaki agar fasilitas kesehatan benar-benar menjalankan fungsi pelayanan publik sebagaimana mestinya. Masyarakat yang datang untuk mendapatkan pertolongan harus memperoleh pelayanan yang profesional, manusiawi, dan sesuai kebutuhan medis.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bongo 2 sebelumnya telah dikonfirmasi Tingohu.id dan menyampaikan bahwa pihaknya sedang menyusun kronologi kejadian berdasarkan versi Puskesmas.

Dengan demikian, penjelasan mengenai proses pemeriksaan pasien, pertimbangan medis terkait permintaan infus, serta komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien masih perlu ditunggu.

Tingohu.id akan terus mengikuti perkembangan persoalan ini, termasuk hasil klarifikasi Puskesmas Bongo 2 dan langkah evaluasi yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Boalemo.

Sebab, teguran kepala daerah tidak akan berarti banyak apabila tidak diikuti pembenahan nyata. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan bukan terletak pada instruksi di ruang pemerintahan, melainkan pada pengalaman masyarakat ketika membutuhkan pertolongan medis.(*)

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.