Empat Anak Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Pengelola Panti Asuhan di Gorontalo Dilaporkan

oleh -37 Dilihat

Ilustrasi panti asuhan dan anak-anak yang diduga menjadi korban kekerasan seksual di Gorontalo. Foto: Ilustrasi/Tingohu.id.


GORONTALO, TINGOHU.ID – Dugaan kekerasan seksual terhadap anak mencuat di sebuah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau panti asuhan di Kabupaten Gorontalo. Seorang pria yang disebut sebagai pengelola lembaga tersebut diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak yang berada dalam pengasuhannya.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Gorontalo pada Minggu (25/10/2026) oleh salah satu alumni LKSA tersebut. Penanganannya kini berada di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gorontalo.

Dikutip dari pemberitaan Gosulut.id dan Dulohupa.id, pendampingan terhadap anak-anak dilakukan oleh sejumlah pendamping dan aktivis perlindungan perempuan serta anak. Mereka juga menjemput sejumlah anak dari lingkungan panti asuhan karena khawatir adanya dugaan intervensi atau ancaman terhadap anak-anak tersebut.

Advokat sekaligus aktivis perlindungan perempuan dan anak, Hijrah Lahaling, menyebut terdapat empat anak yang diduga mengalami pelecehan seksual hingga sodomi. Korban disebut terdiri dari anak perempuan dan laki-laki.

“Korbannya itu bukan hanya perempuan, tetapi juga ada laki-laki,” ujar Hijrah, sebagaimana dikutip Dulohupa.id, Senin (26/10/2026).

Hijrah juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah membawa sekitar lima anak ke rumah perlindungan, terdiri dari tiga anak perempuan dan dua anak laki-laki.

Angka tersebut merupakan jumlah anak yang dibawa ke rumah perlindungan, bukan jumlah anak yang dinyatakan sebagai korban dalam dugaan perkara ini.

Para anak yang diduga menjadi korban disebut telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani visum. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penanganan perkara, sementara penyidik kepolisian diharapkan mengungkap fakta dan bukti terkait dugaan tindak pidana tersebut.

Panti Asuhan Seharusnya Menjadi Ruang Aman

Dugaan kasus ini menimbulkan keprihatinan karena terjadi di lingkungan yang semestinya memberikan pengasuhan, pendidikan, dan perlindungan kepada anak-anak, termasuk mereka yang kehilangan orang tua.

Rizka Umar, rekan sejawat Hijrah, menyayangkan dugaan kekerasan seksual tersebut. Menurutnya, panti asuhan seharusnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang.

Ia menegaskan pentingnya perlindungan bagi anak-anak yang berada di bawah pengasuhan lembaga sosial, terlebih ketika dugaan perbuatan tersebut melibatkan orang yang memiliki tanggung jawab terhadap mereka.(*)

Sumber:

  1. “Gosulut.id – Pengelola Panti Asuhan di Kabupaten Gorontalo Diduga Sodomi hingga Lecehkan Anak Asuh” (https://gosulut.id/biadab-pengelola-panti-asuhan-di-kabupaten-gorontalo-diduga-sodomi-hingga-lecehkan-anak-asuh/)
  2. “Dulohupa.id – Pengelola LKSA di Gorontalo Diduga Lecehkan hingga Sodomi Anak Panti Asuhan” (https://dulohupa.id/pengelola-lksa-di-gorontalo-diduga-lecehkan-hingga-sodomi-anak-panti-asuhan/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.