Siapkan Pemimpin Sekolah Masa Depan, Dikbud Boalemo Gelar Pelatihan BCKS Angkatan 2

oleh -190 Dilihat

Tingohu.id Advetorial — Upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan di satuan pendidikan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Boalemo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) APBD Kabupaten Boalemo Angkatan 2 Tahun 2026.

Pelatihan yang berlangsung pada 16 hingga 25 Agustus 2026 di Cabana Resort Boalemo tersebut menjadi bagian dari proses penyiapan calon kepala sekolah yang memiliki kompetensi kepemimpinan, manajerial, sosial, profesional hingga kemampuan melakukan transformasi di lingkungan satuan pendidikan.

Program ini diikuti 30 guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Boalemo yang sebelumnya telah melewati tahapan seleksi administrasi dan dinyatakan lulus seleksi substansi.

Bukan Sekadar Pelatihan, tetapi Menyiapkan Pemimpin Pembelajaran

Pelatihan BCKS dirancang untuk membekali peserta dengan wawasan, pengetahuan, sikap, nilai, serta keterampilan yang dibutuhkan dalam memimpin dan mengelola sekolah.

Kompetensi yang dikembangkan mencakup kompetensi kepribadian, sosial, profesional, manajerial, supervisi akademik hingga kewirausahaan.

Pendekatan tersebut penting karena kepala sekolah tidak hanya dituntut mampu menjalankan fungsi administrasi. Kepala sekolah juga memiliki peran strategis sebagai pemimpin pembelajaran, penggerak budaya sekolah serta pihak yang memastikan proses pembelajaran berjalan efektif.

Melalui program ini, para bakal calon kepala sekolah diarahkan untuk mampu membangun visi bersama warga sekolah, menyusun program berbasis data, mengelola sumber daya berorientasi pada mutu pembelajaran, melakukan evaluasi program serta mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai kebajikan.

Peserta juga dipersiapkan agar mampu melakukan inovasi, mengembangkan kewirausahaan sekolah, meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan serta melaksanakan supervisi akademik dengan pendekatan coaching.

Menyiapkan Regenerasi Kepala Sekolah

Pelatihan BCKS Angkatan 2 di Kabupaten Boalemo menjadi langkah kunci regenerasi kepemimpinan sekolah. Sebanyak 30 peserta, guru berbagai jenjang yang telah lulus seleksi administrasi dan substansi, dibekali kompetensi kepemimpinan, kepribadian, sosial, dan profesional melalui pelatihan, pendampingan mentor, serta evaluasi.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi 74 kepala sekolah yang masa periodisasinya akan berakhir, agar tidak menunggu kebutuhan muncul baru mencari calon. BCKS memastikan kaderisasi berjalan terencana, objektif, dan transparan; membangun bank calon siap tugas sesuai sistem KSPSTK; mencegah kekosongan jabatan; serta menjamin kebutuhan pemimpin sekolah ke depan diisi tenaga yang siap dan kompeten.

Perpaduan Pembelajaran Digital dan Praktik Lapangan

Salah satu kekuatan pelatihan BCKS Angkatan 2 adalah penggunaan desain pelatihan integratif-transformatif.

Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui tatap muka. Peserta juga mengikuti pembelajaran mandiri berbasis Learning Management System (LMS), diskusi bersama rekan sejawat, studi kasus, simulasi serta praktik langsung bersama kepala sekolah mentor.

Peserta bahkan mendapatkan pengalaman belajar melalui kunjungan ke sekolah mentor selama empat hari dengan total 20 jam pelajaran. Dalam proses tersebut, peserta melakukan shadowing, observasi dan mempelajari kasus nyata di sekolah.

Pendekatan ini diharapkan mampu membangun pola kepemimpinan yang lebih reflektif, visioner dan adaptif terhadap perubahan.

Tidak berhenti pada pemahaman teori, peserta juga diarahkan menyusun Proyek Transformasi Kepemimpinan Sekolah yang mencakup analisis isu strategis, inovasi, strategi implementasi serta rencana evaluasi dan keberlanjutan.

110 Jam Pelajaran

Pelatihan BCKS Angkatan 2 disusun dengan struktur pembelajaran yang cukup intensif, mencapai total 110 jam pelajaran, yang terdiri atas pembelajaran melalui LMS, tatap muka dan belajar bersama kepala sekolah mentor.

Materi yang diberikan antara lain penguatan kompetensi kepribadian kepala sekolah, pengelolaan satuan pendidikan, entrepreneurship dalam kepemimpinan sekolah, pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, supervisi akademik serta penguatan kompetensi sosial kepala sekolah.

Program tersebut juga dilengkapi dengan asesmen awal, refleksi, penyusunan rancangan proyek transformasi kepemimpinan sekolah, asesmen akhir dan evaluasi kegiatan.

Dengan pola tersebut, pelatihan tidak hanya diarahkan pada pemenuhan persyaratan formal, tetapi juga pada kesiapan peserta untuk menjalankan fungsi kepemimpinan sekolah secara nyata.

Melibatkan Pengajar dan Mentor Berpengalaman

Untuk memastikan proses pelatihan berjalan sesuai tujuan, kegiatan melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim BCKS Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan (Dit. KSPSTK), pemerintah daerah, pengajar, supervisor pusat, penjamin mutu hingga kepala sekolah mentor.

Dalam panduan kegiatan, Bupati Boalemo Drs. H. Rum Pagau tercatat sebagai salah satu penceramah daerah, sementara Dr. Luisa Saidi, M.Pd. dari Tim BCKS Dit. KSPSTK menjadi penceramah pusat.

Lima kepala sekolah dari sejumlah satuan pendidikan di Boalemo juga dilibatkan sebagai mentor, yakni Foni Nune Masiaga, S.Pd.SD., M.Pd., Undrawan Jusuf, S.Pd., M.Pd., Endro Juono, S.Pd., Wiliana T. Utiarahman, S.Pd., dan Ahmad Hiola, S.Pd.

Mendorong Mutu Pendidikan dari Ruang Kepemimpinan

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo melalui program ini menempatkan penguatan kapasitas calon kepala sekolah sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan kualitas pendidikan.

Para peserta diharapkan mampu membawa kompetensi yang diperoleh selama pelatihan ke lingkungan sekolah masing-masing. Mulai dari membangun budaya sekolah, memperkuat kolaborasi, mengembangkan inovasi pembelajaran, mengelola sumber daya hingga melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.

Panduan kegiatan menargetkan terbentuknya bakal calon kepala sekolah yang memiliki kompetensi kepemimpinan pembelajaran, manajerial, supervisi, kewirausahaan serta kemampuan mengelola perubahan.

Dengan demikian, Pelatihan BCKS Angkatan 2 bukan sekadar agenda peningkatan kapasitas guru, melainkan bagian dari investasi sumber daya manusia pendidikan.

Dari ruang pelatihan di Cabana Resort Boalemo, 30 peserta dipersiapkan untuk mengambil peran yang lebih besar dalam membangun sekolah yang bermutu, adaptif dan mampu menjawab tantangan pendidikan di masa depan.

Advertorial — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.