Bukan Sekadar Pentas, Meriani Kadir Dorong Budaya Boalemo Kembali ke Masyarakat

oleh -124 Dilihat

Tingohu.id Budaya — Pelantikan pengurus DPD Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Kabupaten Boalemo bukan sekadar pergantian kepengurusan. Di tangan Meriani S. Kadir, S.E., M.Si, organisasi ini membawa misi yang lebih besar: menghidupkan kembali seni dan budaya lokal agar tidak sekadar menjadi bagian dari acara seremonial.

Meriani resmi dipercaya memimpin DPD KSBN Kabupaten Boalemo periode 2026. Ia dilantik bersama jajaran pengurus oleh Ketua DPW KSBN Provinsi Gorontalo, Dr. Alwaritsz Akili Nggole, MP, di Grand Q Hotel Kota Gorontalo, Rabu (19/8/2026) malam.

Meriani didampingi Andriyanto R. Bakari, S.Pd., M.Pd sebagai sekretaris dan Mey Suaiba sebagai bendahara.

Bagi Meriani, tugas KSBN bukan hanya menggelar pertunjukan seni. Lebih dari itu, organisasi tersebut harus menjadi ruang yang mempertemukan seniman, budayawan, komunitas, pemerintah dan generasi muda untuk memastikan kekayaan budaya Boalemo tetap memiliki tempat di tengah perubahan zaman.

“KSBN Boalemo harus hadir sebagai rumah bersama bagi para seniman dan budayawan. Kita ingin budaya daerah tidak hanya tampil ketika ada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar hidup di tengah masyarakat,” ujar Meriani.

Jangan Sampai Budaya Boalemo Tinggal Cerita

Salah satu perhatian utama Meriani adalah dokumentasi kebudayaan. Menurutnya, Boalemo memiliki berbagai kekayaan yang perlu digali kembali, mulai dari tradisi, kesenian, cerita sejarah, bahasa, musik, tarian hingga kearifan lokal.

Jika tidak segera didata dan diwariskan, kekayaan tersebut dikhawatirkan hanya akan tersisa dalam ingatan generasi yang lebih tua.

“Kita ingin mulai dari pendataan dan dokumentasi. Apa yang kita miliki harus diketahui, dicatat dan diwariskan,” tegasnya.

Meriani tidak ingin generasi mendatang hanya mengetahui bahwa Boalemo pernah memiliki tradisi atau kesenian tertentu tanpa lagi memahami bentuk, sejarah maupun makna di baliknya.

Karena itu, dokumentasi akan menjadi salah satu bagian penting dalam upaya membangun gerakan kebudayaan di Boalemo.

Generasi Muda Harus Jadi Pelaku

Tantangan lainnya adalah bagaimana membuat budaya lokal tetap menarik bagi generasi muda.

Meriani menyadari perkembangan teknologi telah membuat anak-anak muda semakin terbuka terhadap berbagai budaya dari luar. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak harus dilihat sebagai ancaman, tetapi menjadi tantangan untuk menghadirkan budaya lokal dengan cara yang lebih kreatif.

“Kita tidak bisa hanya meminta generasi muda mencintai budaya dengan cara-cara lama. Budaya harus dikemas secara kreatif, menarik dan relevan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai dan jati dirinya,” katanya.

Karena itu, KSBN Boalemo akan mendorong keterlibatan anak muda dalam berbagai program kebudayaan.

Meriani menilai mereka tidak boleh hanya ditempatkan sebagai penonton. Mereka harus diberikan kesempatan untuk tampil, berkarya, mengembangkan kreativitas dan menjadi bagian dari proses pewarisan budaya.

“Kalau kita ingin budaya tetap hidup 10, 20 bahkan 50 tahun ke depan, maka anak-anak muda harus dilibatkan sejak sekarang. Mereka bukan hanya penonton, tetapi harus menjadi pelaku dan penerus kebudayaan,” ujarnya.

Dari Budaya ke Ruang Ekonomi Kreatif

Meriani juga ingin gerakan kebudayaan memiliki dampak langsung terhadap para pelaku seni.

Menurutnya, semakin kuat ekosistem seni dan budaya, semakin besar pula peluang lahirnya ruang ekonomi kreatif bagi masyarakat.

Karena itu, KSBN Boalemo diharapkan tidak hanya sibuk dengan agenda pertunjukan, tetapi mampu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Pemerintah daerah, sekolah, komunitas, tokoh adat, seniman, budayawan, media dan masyarakat dinilai memiliki peran masing-masing dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan daerah.

“Ukuran keberhasilan kita bukan seberapa banyak kegiatan yang kita laksanakan, tetapi seberapa besar dampaknya. Apakah seniman mendapatkan ruang, apakah generasi muda terlibat, apakah budaya kita semakin dikenal dan apakah masyarakat mendapatkan manfaat dari gerakan ini,” ungkap Meriani.

KSBN Boalemo Dibuka untuk Semua

Dengan kepengurusan baru ini, Meriani ingin KSBN Boalemo menjadi organisasi yang terbuka.

Ia mengajak para seniman, budayawan, komunitas maupun masyarakat yang memiliki perhatian terhadap kebudayaan daerah untuk terlibat dalam gerakan tersebut.

Baginya, menjaga budaya bukan pekerjaan satu organisasi atau segelintir orang.

“Ini bukan pekerjaan satu dua orang. Ini pekerjaan bersama. KSBN Boalemo terbuka untuk siapa saja yang ingin menjaga, mengembangkan dan memperkenalkan kekayaan seni budaya Boalemo,” pungkasnya.

Kepengurusan baru KSBN Boalemo selanjutnya akan melakukan konsolidasi dan menyusun agenda kerja. Tantangannya bukan sekadar membuat kegiatan, tetapi memastikan seni dan budaya Boalemo kembali menemukan ruang hidupnya di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.